Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Terpaksa mengadu nasib Di tanah tehit





Hidupku sudah hambar
Di bawah terik matahari
Aku mengumpulkan satu demi satu pecahan batu

Kering air mataku
Tiada berguna

Sahabat blog doakan aku
Semoga berhasil

Aku dari sebrang
Dari kota fakfak

Terpaksa mengadu nasib
Di tanah tehit

Andai aku tak berhasil
Mungkin sudah takdirku

Sedih aku sedih
Tiada saudara

Tuhan ku mohon padamu
Ku tak berdaya

Bapaku di fakfak hanya pensiunan guru
Mama ku hanya ibu rumah tanga

Di kota seribu satu sunggai aku bertanya
Adakah tempatku untuk berteduh.( cs)


Posting Komentar

0 Komentar