Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

MASYARAKAT KAMPUNG SKENDI KABUPATEN SORONG SELATAN SANGAT RAMAH


MASYARAKAT KAMPUNG SKENDI
KABUPATEN SORONG SELATAN SANGAT RAMAH



Langit menurunkan gerimis gerimis kecil air hujan saat aku berjalan kearah kampung Skendi yang sudah kuputuskan akan kusinggahi hingga beberapa hari ke depan untuk beristirahat. kampung Skendi sangat tentram, terletak tepat di lereng gunung dan dikelilingi ladang petani dan batu batu besar dan kecil, ketika pertama melihat Skendi, aku membayangkan, dengan tinggal di sini, aku pasti akan melahirkan banyak tulisan-tulisan dengan kisah yang banyak dan mengikat hati.

Satu pohon Kupasa dalam bahasa tehit berdiri kokoh di samping rumah ,tumbuh berhadapan di sisi jalan sebagai gerbang kampung Skendi, satu pohon itu disatukan dengan sebuah batu besar menjolok tinggi dan dililingi rumput rumput kecil. Melihat pohon kupasa aku langsung ingin tulis sebuah tulisan agar menjadi kenangan tersendiri dalam hidupku.

Penduduk kampung Skendi bersikap ramah kepada setiap orang  yang berasal dari luar kampung Skendi, mereka akan menyapa dengan sopan dan membuka rumah  lalu memberikan hidangan teh ,kopi dan kue. Masyarakat kampung Skendi senang jika ada orang yang  ke kampung mereka. aku berpikir, apa yang di tunjukan masyarakat kampung ini saat luar biasa padahal mayoritas warga kampung ini hanya petani .

Kampung Skendi 50 meter dari arah jalan Teminabuan Sorong, kampung Skendi awalnya berada dekat kali dan mata air , tapi pada zaman tuan sesa yang saat itu menjabat sebagai bestir yang sekarang kita kenal dengan sebutang kepala distrik dan ibu kota distrik pada saat itu berkedudukan di kampung konda,Tuan Sesa ia memerintahkan kepala kampung hanok selaya untuk mengarahkan masyarakatnya pindah dari kali dan mata air itu. Dengan dalih penyemaran air yang di gunakan oleh PDAM.

Hanok selaya yang pada saat itu menjabat sebagai kepala kampung skendi yang saat itu sangat disegadi oleh masyarakat setempat. Di Kampung Skendi ada lima marga besar yang mendiami Kampung ini ada marga selaya,marga sesa,marga karsau,marga bleskadir,marga kaliele,mereka hidup rukung dan damai.

Kampung Skendi berbatasan dengan kampung tegirolo,kampung nambro dan kampung wehali.dan pada zaman perang dunia kedua, tentara hindia belanda menjadikan Kampung Skendi sebagai tempat persembunyian mereka dikarenakan kampung skendi dikelilingi oleh batu batu besar yang sulit untuk di lintasi oleh musu.

Marga selaya sebagai pribumi kampung skendi mereka tetap menjabat sebagai kepala kampung, hal ini sudah dari zama dahulu walapung di beberapa dekade ada marga karsau yang menjabat sebagai kepala kampung namun 10 tahun terhitum 2017 kebelakang kembali kepala kampung  di jabat lagi oleh marga selaya di tahun 2017-2018 kepala kampung di jabat kali oleh marga bleskadit

Kampung Skendi memiliki potensi yang bisa menhasilkan uang, salah satunya air kali kembira,tanah yang subur,batu yang berdiri kokoh. Jika kali kembira di kelola menjadi potensi sebagai arumjeram? .  Tanah di Kampung Skendi berwana hitam dan sangat pas untuk di taman sayur,ubi ubi dan bermacam tanaman lainnya?. Batu yang begitu banyak yang bisa di jadikan bisnis batu kelikir dengan berbagai ukuran.CS


Posting Komentar

0 Komentar