Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kuawali perjalan pagi di sorong selatan

Kuawali perjalan pagi di sorong selatan


Kuawali aktifitas dengan  puji syukurku kepada Tuhan, karna masih di berinafas untuk melihat betapa indah dan besar kuasaNya menciptakan segala isinya dengan sangat sempurna.

Sorong Selatan terkenal dengan julukan Kota 1001 Sungai. Banyak tempat wisata yang bisa menjadi Destinasi saat berlibur. Hari ini aku mulai melangkahkan menuju persimpangan jalan untuk menunggu ojek. Saat berada di ojek, aku melihat kiri dan kanan banyak perubahan. Pemerintah Sorong Selatan ternyata sudah menata jalan dua jalur dari SMP2 Teminabuan sampai Kompleks kantor bupati sesna.

Terlihat masyarakat dan kendaraan bermotor sepanjang perjalan teminabuan s/d sesna. Mereka sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing. Aku melihat ada seorang remaja yang duduk di depan rumahnya ,sepertinya dia tidak pergi bersekolah hari ini, ada juga seorang bapak dengan noken dan kapak bawaannya, seperti ia mau pergi   di kebun. aku melihat juga seseorang memakai pakian ASN yang rapi sepertinya dia seorang yang bekerja di kantor Bupati sesna.

Asap kendaraan bermotor menhiasi perjalananku teminabuan s/d kompleks kantor Bupati dipagi ini. Di persimpangan jalan kajase, aku melihat banyak pengguna kendaraan beroda dua ( ojek ) saling ngebuk  dan tidak memikirkan keselamatan penumpannya. Apapun yang menjadi alasan untuk ojek  seharusnya keselamatan penumpan dikedepankan.

Aku melihat lagi di persimpangan jalan manelek ada beberapa remaja usia sekolah ngoron disitu. Dari pagi sampai sore ternyata mereka menawarkan pasir milik mereka kepada pembeli yang mengunakan trek melintasi pandangan mereka. Kulihat mereka mengunakan celana pendek  dengan topi menutup kepala mereka. Aku merasa mereka saat membutuhkan uang dari hasil dagang pasirnya. Aku terhening  saat melihat mereka dan bertanya bagaimana jika dagang pasirnya tidak laris, dimana orang tua mereka, bagaimana dengan sekolahnya, pertanyaan itu sampai sekarang masih belum terjawab. Aku sangat menghargai usaha mereka dan mengucapkan terima kasih untuk Tuhan yang selalu memberikan kesehatan bagi mereka.
 
Di sepanjang perjalanan aku memperhatikan pemandangan pohon pohon  di pertigaan manelek s/d sesna. Sorong Selatan menyimpan banyak cerita buat pribadiku. Ya sebuah cerita. Tanpa sadar aku sudah melewati satu cerita hidup.

Aku sampai disebuah gedung. Spontan saja aku bersuara ,ojek singgah di tempat ini” suruhku ojek tersebut menghentikan laju motornya. Aku segera turun dan membayar sesuai jarak tempuh yang dilalui. Kupandangi sejenak bangunan itu.Bangunan yang kupandangi itu adalah kantor Bupati dengan berlahan aku mulai melangkah menyusuri setiap sudut bangunan . Aku melihat begitu banyak SKPD dan staf kantor ,terlihat juga masyarakat umum yang datang mengurus keperluan mereka.

Sekedar menikmati petualan, aku berjalan kearah kantor pemberdayaan perempuan yang berada disekitar kantor Bupati .ada sebuah warung untuk aku menikmati makan siangku. Aku mulai memesan menu. “Nasi telur dadarnya satu”, mintaku kepada ibu penjual itu. “Baik, silahkan ditunggu sebentar ya”, jawab si Ibu dengan ramahnya. Aku mulai mencari tempat duduk yang masih kosong. Aku duduk di antara para Pegawai kantoran.Tiba tiba si Ibu penjual tadi datang menyodorkan nasi telur dadar yang kupesan.“Silahkan dek,”kata si Ibu dengan begitu lembutnya.“Terima kasih Bu,” sambutku.

Sambil menikmati santapan makan siang, aku juga melihat suasana di warung makan yang semakin ramai pengunjun yang datang menikmati beberapa menu yang tersedia di warung ini. Suasana siang ini sangat ramai, ada yang berkumpul sambil bercerita persoalan kantornya, ada yang bercerita persoalan keluarga,lingkungan dan berbagai cerita lainnya.

Sambil beristirahat aku mulai mengambil sebuah Handphone dari dalam tasku. Aku kembali membuka galeri untuk melihat foto foto yang kuambil tadi. Aku berpikir sejenak dan memandangi foto demi foto. Ku pandangi semua foto dan mengucapkan semoga Sorong Selatan trus berkembang.

Setelah aku berpetualan di kompleks kantor Bupati Sesna, akhirnya aku pulang. “Terima kasih atas semua cerita hidup yang ku dapat saat ini.Perjalanan pulang, aku menyadari kenangan  bukan tentang bagaimana kita mengingat,tapi mewujudkannya dalam bentuk tulisan untuk mengabadikannya.CS

Posting Komentar

0 Komentar