Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kisah Tuduhan PENCURIAN TEHEL ( Kramit ) di Kampung Skendi Kabupaten Sorong Selatan

 Fakta ini Sudah Jelas

Sebuah tempat yang berbatu batu akan menjadi indah dan luas itu tidak terlepas dari proses yang tak mudah. Maka Tetaplah menjadi pribadi yang rendah hati dan pandai mengucap syukur ,Karena segala kekuatan dan inovasi  adalah berasal dari Tuhan untuk kita. Karena itu memperbaiki diri kita jauh lebih baik dan sangat berharga dari pada mengurusi hidup orang lain.

Hal di atas mengambarkan tak rasionalnya watak dan pola pikir seorang pelakor yang tak ada hujan dan tak ada angin tiba tiba badai datang.  Bagaimana tidak sudah empat tahun saya tidak punya hubungan apapun dengan seorang pelakor sejati ini. 

Tapi entah mengapa di tanggal 24 september 2019 , saya di laporkan  oleh sang pelakor sejati dengan tuduhan PENCURIAN TEHEL ( Kramit ) di Polres Sorong Selatan tanggal 21 september 2019.  Saya bersama dengan beberapa teman hadir dalam urusan yang di laksanakan jam 10.00 pagi di Polres Sorong Selatan.

Mengawali pembicaraan pelakor ini mengatakan Tehelnya hilang di rumah yang pernah ia tepati. Polisi yang mengenangani laporan ini ia bertanya kepada saya apa betul tehelnya hilang. Saya hanya menjawabnya,  Tehel yang di persoalakan itu ada.

Di tenggah tenggah urusan di Polres Sorong Selatan, saya terus mendapatkan hujatang dari beberapa keluarga sang pelakor sejati ini. Ketika Polisi yang mengenangani pelaporan sang pelakor sejati berkata ibu tehelmu ada. Tidak begitu lama sang pelakor sejati kemudian membuka sebuah surat pernyataan yang sudah terlihat kusam, memang di dalam surat pernyataan itu ada beberapa poin yang menjadi dasar penghibur bagi sang pelakor sejati ini.

Hujatang demi hujatang terus di lontarkan dari pihak sang pelakor sejati ini. Kamu itu harus angkat kaki dari rumah, kamu itu mau di kasih 10.000.000 kenapa tidak mau ambil, kamu itu jahat, kamu itu harus pergi dan harus tinggalkan sorong selatan. Saya hanya diam mendengarkan semua hujang mereka dan sesekali menjawab perkataan mereka. Saya diam bukan karna kalah berdebat tapi karna tempat yang tidak  pas untuk menjelaskan semuanya.

Buta nurani, buta mata dan telinganya sehingga mereka tak melihat dasar persoalan yang sebenarnya’ . mungkin sang pelakor ini harus berkata jujur akan keberadaan hidupnya sebelum mengenal diriku, sesudah hidup bersamaku dan setelah ia pergi.
   
Kehadiranku di kota 1001 sunggai ini juga berawal dari pertemuan saya dengan seorang wanita yang berlagak anak pendeta di awal pertemuan padalahal ia adalah seorang pelakor sejati yang kini merasa Lugu dan dilema setelah di tinggalkan juga oleh OPB ( Orang Punya Bapa ) dengan seorang anak tak berdosa.

Terima kasih masalah; karenamu aku menjadi pribadi yang lebih kuat dalam kerasnya kehidupan .Semoga Tuhan akan memberikan orang yang ‘tepat’ untuk hati yang hebat. SebabTuhan maha tau melebihi mereka yang sok tau. Pada suatu hari pasti kita akan membutuhkan bantuan orang lain, oleh sebab itu berbuat baiklah kepada sesama selama kita mampu, dan jangan menhakimi jika kamu tak ingin di hakimi pula. Dan jangan bermain apa jika kamu tak ingin terbakar. CS










Posting Komentar

0 Komentar