Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

MELATIH DIRI DALAM KESABARAN

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."  Amsal 16:32

Di zaman sekarang ini semua orang menyukai segala sesuatu yang serba instan.  Dalam hal makanan saja orang lebih memilih makanan yang cepat saji  (instan)  dibanding harus repot-repot memasak.  

Dalam hal bekerja inginnya cepat dapat pekerjaan yang hebat, ingin cepat dapat gaji besar, ingin cepat naik jabatan, dan sebagainya.  Apa-apa maunya serba instan, kalau bisa tidak perlu kerja keras, tidak perlu usaha mati-matian, tidak perlu merasakan beratnya suatu proses.  Sungguh, tak banyak menemukan orang-orang yang punya kesabaran untuk menunggu, kesabaran untuk menjalani proses.

Punya kesabaran adalah sebuah ujian iman!  Saat dihadapkan pada situasi atau keadaan yang sulit, adakah kita punya kesabaran untuk menantikan pertolongan dari Tuhan?  Ataukah kita kehilangan kesabaran, lalu berpaling dari Tuhan untuk mencari pertolongan lain?  Kesabaran adalah salah satu buah Roh yang harus dimiliki orang percaya  (Galatia 5:22).  Memang tidak mudah bagi kita untuk punya kesabaran:  

Bersabar menghadapi suami kasar, bersabar menghadapi isteri yang super bawel, bersabar menghadapi anak-anak yang nakal...  terlebih lagi bersabar dalam menantikan jawaban doa dari Tuhan, bersabar menantikan janji Tuhan digenapi dalam hidup ini.  Nabi Habakuk menguatkan,  "Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh."  (Habakuk 2:3).

Menanti sesuatu yang kita harapkan terkadang sangat menjenuhkan dan membutuhkan kesabaran ekstra, oleh sebab itu kita perlu melatih diri bagaimana menjadi orang yang sabar di segala situasi. 

Saul, karena mengalami ketakutan saat melihat tentara Filistin, tak sabar menantikan pertolongan dari Tuhan, lalu lari mencari pertolongan kepada arwah  (1 Samuel 28:4-7).  Bukankah tidak sedikit orang Kristen yang berlaku demikian?  Tidak sabar menunggu waktu Tuhan bertindak, kita pun lari mencari pertolongan lain.  Padahal Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahasanggup melakukan segala sesuatu di luar apa yang kita pikirkan.

Waktu Tuhan adalah yang terbaik, karena itu bersabarlah menantikan Dia bekerja.

Posting Komentar

0 Komentar