Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Kawal Dana Bos Jangan Sampai Disalahgunakan Oleh Oknum Kepala Sekolah






Kabarsorsel.com - Dana Bantuan Operasional Sekolah biasa disebut Dana BOS merupakan salah satu komponen Dana Alokasi Khusus/ DAK Non fisik dalam APBN yg digunakan untuk mendanai kegiatan khusus urusan daerah di sektor Pendidikan, terutama untuk belanja non personalia bagi satuan pendidikan dasar dan menengah pelaksana program wajib belajar.

Berdasarkan informasi resmi yg kami kutip dari Kemenkeu pada tanggal 12-13 Mei 2020 Pemerintah telah mencairkan dana BOS regular tahap ke-2. Dimasa Pandemi Covid-19 saat ini dana BOS regular menjadi salah satu Instrumen kebijakan fisikal Pemerintah sebagai upaya penanganan dampak Covid-19.

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan No.19 tahun 2020 Dana Bos dapat digunakan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar pendidik dan peserta didik dimasa Pandemi Covid-19 yakni : Biaya pembelian pulsa, paket data atau layanan pendidikan daring (Online) berbayar bagi Pendidik dan / atau peserta didik dalam rangka belajar dari rumah, juga untuk dukungan pembiayaan administrasi kegiatan sekolah seperti membeli cairan/sabun pembersih tangan, pembasmi kuman ( desinfektan ), masker atau penunjang kesehatan lainnya. Doa dan harapan kita agar dana tersebut terealisasi dengan baik dan benar.

Baca juga : Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler

Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, melalui kebijakan Merdeka Belajar episode ketiga kemendikbud.go.id, 10/02/2020 menyampaikan adanya perubahan mekanisme penyaluran dan penggunaan dana BOS tahun anggaran 2020.

Perubahan mekanisme ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang selama ini sering terjadi yakni keterlambatan penerimaan dana BOS, dan penggunaan dana BOS untuk honor guru dibatasi maksimal 15% untuk sekolah negeri dan 30% untuk sekolah swasta.

Dalam Permendikbud 8 tahun 2020 yang disahkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim, pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kini dilakukan tiga kali.
.
Tahap pertama sebesar 30%, tahap dua 40%, dan tahap tiga 30%. Selain itu, pemerintah juga meningkatkan harga satuan BOS per satu peserta didik. Untuk SD yang sebelumnya Rp800.000 per siswa per tahun, sekarang menjadi Rp900.000 per siswa per tahun.

Mendikbud mewanti-wanti para kepala sekolah untuk memperhatikan jadwal pelaporan penggunaan dana BOS. Bagi sekolah yang tidak melaporkan penggunaan dana BOS terancam tidak mendapatkan bantuan tersebut lagi.

Sekolah harus mempublikasikan semua pelaporan baik penerimaan dan penggunaan dana BOS Reguler kepada masyarakat secara terbuka. Dokumen yang harus dipublikasikan yaitu rekapitulasi dana BOS Reguler berdasarkan komponen pembiayaan. Publikasi laporan dilakukan pada papan informasi Sekolah atau tempat lainnya yang mudah diakses oleh masyarakat.

Ada empat pokok-pokok kebijakan BOS 2020 sesuai Permendikbud No 8 tahun 2020 yaitu penyaluran BOS langsung ke rekening sekolah, penggunaan BOS lebih fleksibel untuk sekolah, nilai satuan BOS meningkat, dan pelaporan BOS diperketat agar lebih transparan dan akuntabel.

Tabel perhitungan besaran persentase gaji honorer dari dana BOS reguler tahun 2020.

Ideal untuk honorer itu Minimal 30% dari Jumlah dana keseluruhan pertahun, tapi tergantung Pengelolaan Sekolah.
Pewarta : JD