Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dukcapil Sorong Selatan Terbitkan Buku Data Orang Asli Papua Ketiga Suku Besar Di Sorong Selatan (Tehit, Imekko, Maybrat)




Kepala dinas Dukcapil Kab. Sorong Selatan
Drs. George Japsenang, M.Si

Kabarsorsel.com - Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus menempatkan orang asli papua dan penduduk papua pada umumnya sebagai subjek utama, sehingga keberadaan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta seluruh organisasi perangkat daerah dibawahnya diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik dan pemberdayaan rakyat papua.

Perencanaan pembangunan dalam memberikan pelayanan terbaik untuk Pembangunan masyarakat papua tidak dapat dilaksanakan secara efektif apabila tidak didasarkan pada data sehingga keberadaan data dalam perencanaan pembangunan menjadi sangat penting. Oleh sebab itu untuk memenuhi kebutuhan data masyarakat asli papua khususnya masyarakat asli yang mendiami kabupaten sorong selatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sorong Selatan menyajikan data orang asli papua yang terbagi menjadi 3 suku besar yakni Suku Tehit, Suku Imekko, dan Suku Maybrat dalam bentuk Buku Database Asli Papua yang baru pertama kali dilakukan oleh kabupaten sorong selatan melalui dinas Dukcapil di Provinsi Papua Barat.

Ketika ditemui dikediaman pribadinya bapak George Japsenang (Kadis Dukcapil Sorong Selatan) memaparkan beberapa metodelogi sehingga buku ini dapat diselesaikan, antara lain :

Tujuan Penulisan :
1. Sebagai pengembangan dari pemutakhiran data pendukung asli papua jilid 1 tahun 2016
2. Menyajikan data agregat penduduk suku Tehit, Imekko, dan Maybrat
3. Memberikan gambaran kondisi data penduduk suku Tehit, Imekko dan Maybrat
4. Menyajikan data dalam skala Kabupaten, Distrik, dan Kampung sebagai bahan untuk perencanaan pembangunan masyarakat papua.

Batasan Masalah :
a. Tahapan Pengambilan Data
b. Tahapan Penulisan
Pada tahap penulisan ini dibatasi pada :
1. Penulisan Skala Kabupaten          dibatasi pada :
- Jumlah penduduk berdasarkan suku
- Penduduk laki-laki perempuan masing-masing suku
- Tingkat Pendidikan masing-masing suku
- usia sekolah masing-masing suku
- Perbandingan usia sekolah dengan masing-masing suku
- Struktur usia penduduk masing-masing suku
- Piramida penduduk masing-masing suku
- Jenis pekerjaan penduduk masing-masing suku
2. Penulisan Skala Distrik
- Jumlah penduduk berdasarkan suku
- Presentasi masing-masing suku
- Tingkat pendudukan masing-masing suku
- Status Perkawinan masing-masing suku

Metodologi Penulisan
1. Pengumpulan data diawali dengan identifikasi penduduk by name dan by address masing-masing Kampung
2. Pencacahan data oleh para ketua sub suku
3. Penginputan ke dalam aplikasi data orang asli papua (aplikasi telah dibuat pada tahun 2018)
4. Data yang disajikan dalam buku merupakan hasil pengolahan berbasis aplikasi database

Sistematika Penulisan
A. Pendahuluan meliputi
1. Kata-kata pendahuluan
2. Tujuan Penulisan
3. Batasan Masalah
4. Metodologi Penulisan
5. Sistematika Penulisan

B. Data Penduduk Asli Papua 2019 Skala Kabupaten Meliputi
1. Data Penduduk Kabupaten Sorong Selatan berdasarkan suku
2. Presentasi sebaran penduduk Sorong Selatan berdasarkan suku
3. Data Penduduk Asli Papua berdasarkan tingkat pendidikan
4. Data penduduk asli papua berdasarkan usia sekolah
5. Data perbandingan usia sekolah dengan tingkat pendidikan
6. Komposisi penduduk asli papua berdasarkan status perkawinan
7. Komposisi penduduk asli papua  berdasarkan kelompok usia
8. Piramida penduduk
9. Komposisi penduduk berdasarkan pekerjaan

C. Data Penduduk Asli Papua Skala Distrik
1. Komposisi penduduk berdasarkan jenis kelamin masing-masing suku
2. Komposisi penduduk berdasarkan tingkat pendidikan masing-masing suku
3. Komposisi penduduk berdasarkan status perkawinan masing-masing suku

Sampul luar buku data asli Papua
Kabupaten Sorong Selatan

Dalam melakukan pengumpulan data Dinas Dukcapil Sorong Selatan menyiapkan data penduduk dan blangko dan mereka menugaskan petugas pencacah lapangan untuk memilah berdasarkan ketiga suku besar tersebut.

Pada tahun 2019 buku ini sudah jadi hanya saja menurut Japsenang  bukunya belum sempurna untuk itu dalam menyempurnakan buku ini perlu dilakukan seminar untuk mendapatkan saran, masukan bahkan kritik dan seminar itu dihadiri oleh gubernur provinsi papua barat, staf ahli bidang otonomi daerah dan otsus provinsi papua barat, Kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil provinsi papua barat, DPRD fraksi otsus provinsi papua barat, bupati sorong selatan, wakil bupati sorong selatan, sekretaris daerah kabupaten sorong selatan dan beberapa OPD kabupaten sorong selatan yang turut hadir pada seminar tersebut.

Japsenang berharap dengan hadirnya buku ini dapat memberikan gambaran tentang kondisi 3 suku besar di kabupaten sorong selatan sehingga dapat dijadikan bahan rujukan perencanaan pembangunan khususnya masyarakat ketiga suku besar dan masyarakat asli papua pada umumnya sebagai wujud amanat UU 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus karena orang asli papua merupakan sasaran pembangunan agar orang asli papua dapat merasakan dana otonomi khusus itu sendiri.

Lihat Juga dalam bentuk PDF
Klik  tombol untuk tampilan full

Pewarta : JD