Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Solusi Menghadapi Kekecewaan


Kabarsorsel.com, kecewa itu berbahaya  Kenapa? Rasa ini akan melahirkan rasa dendam dan rasa benci kepada mereka yang telah menciptakan rasa kecewa terhadap kita. Rasa benci dan dendam menjadi cikal bakal terjadinya pemberontakan dalam diri kita. Kita ingin rasa kecewa itu dilampiaskan kepada orang yang menyebabkannya.

Nah, kalau rasa kecewa itu kita ceritakan kepada orang terdekat kita yang juga pernah merasakan di kecewakan maka akan lebih gawat dan parah lagi. Kalau orang-orang kecewa berkumpul dan terhimpun dalam suatu kelompok dan mereka orang-orang yang memiliki massa cukup besar akan lebih gawat lagi.

Massa akan di jadikan alat untuk ikut merasakan kecewa dengan menanamkan rasa benci dan dendam. Masa ini akan di provokasi agar ikut membenci dan semangat membenci berkobar-kobar akan menimbulkan kegaduhan. Kegaduhan yang akan membahayakan orang lain dan juga kelompok orang-orang kecewa itu.

Dalam kamus teori kecewa dikatakan bahwa kekecewaan merupakan reaksi atas ketidaksesuaian antara harapan atau keinginan atau cicta-cita atau impian dengan kenyataan.

Rasa kecewa ditimbulkan banyak faktor, dari hal-hal yang kelihatan sepele, menjadi berkembang besar dan akhirnya menyiksa perasaan seseorang. Ya, faktor utama penyebab kekecewaan ialah karena target yang kita tentukan harus di capai  tidak terpenuhi. Akibaatnya, kita seringkali mempersalahkan orang lain atau menghakimi orang lain.

Paling parah lagi kalau kekecewaan ini dialami seorang tokoh yang berpengaruh dan dikelilingi oleh tokoh-tokoh yang pernah di kecewakan yang termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi. Dalam kondisi merasakan kekecewaan seorang tokoh yang mengalaminya akan lebih parah bila orang-orang disekelilinginya lebih menambah-nambah ucapan atau kata-kata yang menekan dan menyudutkan.

Rasa kecewa itu berbahaya  Kenapa? Rasa ini akan melahirkan rasa dendam dan rasa benci kepada mereka yang telah menciptakan rasa kecewa terhadap kita. Rasa benci dan dendam menjadi cikal bakal terjadinya pemberontakan dalam diri kita. Kita ingin rasa kecewa itu ddilampiaskan kepada orang yang menyebabkannya.

Nah, kalau rasa kecewa itu kita ceritakan kepada orang terdekat kita yang juga pernah merasakan di kecewakan maka akan lebih gawat dan parah lagi. Kalau orang-orang kecewa berkumpul dan terhimpun dalam suatu kelompok dan mereka orang-orang yang memiliki massa cukup besar akan lebih gawat lagi.

Massa akan di jadikan alat untuk ikut merasakan kecewa dengan menanamkan rasa benci dan dendam. Masa ini akan di provokasi agar ikut membenci dan semangat membenci berkobar-kobar akan menimbulkan kegaduhan. Kegaduhan yang akan membahayakan orang lain dan juga kelompok orang-orang kecewa itu.

Dalam kamus teori kecewa dikatakan bahwa kekecewaan merupakan reaksi atas ketidaksesuaian antara harapan atau keinginan atau cita-cita atau impian dengan kenyataan.

Rasa kecewa ditimbulkan banyak faktor, dari hal-hal yang kelihatan sepele, menjadi berkembang besar dan akhirnya menyiksa perasaan seseorang. Ya, faktor utama penyebab kekecewaan ialah karena target yang kita tentukan harus di capai  tidak terpenuhi. Akibatnya, kita seringkali mempersalahkan orang lain atau menghakimi orang lain.

Paling parah lagi kalau kekecewaan ini dialami seorang tokoh yang berpengaruh dan dikelilingi oleh tokoh-tokoh yang pernah di kecewakan yang termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi. Dalam kondisi merasakan kekecewaan seorang tokoh yang mengalaminya akan lebih parah bila orang-orang disekelilinginya lebih menambah-nambah ucapan atau kata-kata yang menekan dan menyudut kan.

Pewarta : Vinsen Kocu
Editor : JD