Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Diduga TNI Tembak Mati Pdt. Yeremia Zanambani di Hitadipa


JAYAPURA, KABARSORSEL.com — Diduga Tentara Nasional Indonesia (TNI) menembak mati Pendeta Yeremia Zanambani, S.Th. Dari informasi yang dihimpun media Suarapapua.com, penembakan dilakukan pada Sabtu 19 September 2020. 

Pdt. Yeremia adalah mantan Ketua Klasis GKII Hitadipa, wakil ketua penerjemah Alkitab bahasa Moni dan juga Ketua sekolah STA Hitadipa.

Warga yang berada di Hitadipa yang tak ingin dimediakan namanya kepada media ini membenarkan bahwa telah terjadi penembakan yang menewaskan warga sipil. 

“Bapak dia (Alm. Yeremia Zanambani) pergi ke Bomba. Kampung yang tidak jauh dari Hitadipa tujuan almarum untuk kasih makan ternak babi. Mayatnya baru ditemukan pagi tadi dengan kondisi tangan sudah disabet dan telah ditembak,” katanya pada Minggu (20/9/2020).

Kronologis versi Keluarga 

Kemarin pada Sabtu 19 September, Pdt. Yeremia bersama istrinya pergi ke Bomba [kandang babi] untuk memberi makan ternak. 

Setelah memberi makan ternak, istrinya ajak Pdt. Yeremia untuk pulang ke rumah. Namun, Pdt. mengatakan dirinya masih menunggu ternaknya makan dulu. Sehingga istrinya berangkat ke rumah lebih dulu. 

Sebelumnya, para anggota TNI memberikan peringatan keras kepada warga Hitadipa agar segera kembalikan dua pucuk senjata yang diduga telah diambil TPNPB usai menembak mati anggota TNI yang bertugas di pos Koramil Hitadipa. 

Sumber informasi suarapapua.com mengatakan, dengan alasan untuk mencari dan mengejar pelaku yang tembak mati anggota TNI dan mencari dua pucuk senjata yang telah dirampas tersebut, para anggota TNI menyusul Pdt. Yeremia ke kandang babinya. 

Di kandang Babi, Pdt. Yeremia disabet dengan alat tajam. Setelah itu ia ditembak hingga tewas di kandang babinya yang terletak di Bomba. 

Karena hingga pagi Pdt. Yeremia belum pulang, sehingga keluarga baru ke Bomba, di kandang babi untuk mengecek keberadaannya. Namun, keluarga mendapatinya dalam kondisi tidak bernyawa. 

“Setelah itu keluarga ada bawa jenazahnya ke Hitadipa dan keluarga sedang makamkan jenazahnya,” ungkapnya. 

Pemakaman jenanzah Pdt. Yeremia dilakukan oleh Ketua Klasis GKII Hitadipa, Kepada Kampung Hitadipa, Seorang Pdt. yang juga pendidikan di STT Hitadipa bersama dua pemuda dan sejumlah mama-mama. 

Sumber informan tersebut mengatakan, hingga saat ini kondisi keamanan di distrik Hitadipa tidak aman. Sehingga, usai pemakaman Pdt. Yeremia, para mama-mama akan mengungsi ke Sugapa. 

Hingga berita ini ditayang, berita ini belum dikonfirmasi kepada pihak keamanan, baik Polri maupun TNI. 



Posting Komentar

0 Komentar