Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Forum Independen Mahasiswa West Papua ( FIM WP ) Sorong Raya Memperingati Kembali Tragedi Expo Berdarah


SORONG, KABARSORSEL.com — Kembali lagi mempringati para pahlawan Forum independent Mahasiswa papua pusat yang telah gugur mendahului kita pada Aksi Demonstrasi Sikapi kasus Rasisme dan diskriminasi di tanah Papua Dan beberapa Lawan yang telah gugur di Expo Berdarah 23 September 2019. 

 Hentikan Rasisme, Diskriminasi dan Kekerasan pada Rakyat Papua Peristiwa di Surabaya, Malang, Semarang, Manokwari,Jayapura,wamena,manokwari dan Sorong pada tanggal 15-19 Agustus 2019 Agustus menjadi evaluasi penting bagi negara dalam merespon dan menangani persoalan Papua, termasuk dalam merespon aspirasi serta tuntutan Mahasiswa Papua dimanapun mereka berada. 

Di Surabaya, diduga telah terjadi tindak penyerbuan, kekerasan, pelemparan gas air mata, pelontaran kata-kata bernada rasis seperti anjing dan monyet, dan ujaran kebencian, termasuk kata-kata intimidatif lainnya. Di Malang, diduga terjadi kekerasan yang dibiarkan oleh aparat keamanan terhadap massa Aliansi Mahasiswa Papua yang sedang melakukan aksi unjuk rasa. 

Dalam peristiwa ini terjadi tindak kekerasan dalam bentuk pemukulan, tendangan, dan lemparan batu yang disertai dengan berbagai ujaran dengan konotasi rasis. Di Semarang, diduga terjadi tindak diskriminasi berupa pemasangan secara paksa spanduk bertuliskan Tidak setuju Asrama West Papua digunakan untuk kegiatan yang mengarah pada pemisahan Papua dari NKRI. 

Pemaksaan pemasangan ini disertai dengan pendataan terhadap seluruh mahasiswa Papua Peristiwa tersebut di atas diantaranya diduga dilakukan Ormas, Satpol PP, dan anggota TNI. 

Sementara itu, anggota Kepolisian melakukan tindakan represif yang tidak proporsional, diantaranya dengan penggunaan gas air mata dan pemukulan saat memasuki asrama mahasiswa Papua di Surabaya, termasuk melakukan penangkapan terhadap 42 orang mahasiswa, termasuk di antaranya 3 orang perempuan.  

Aparat juga melakukan penyisiran terhadap asrama dan kos-kosan mahasiswa Papua di sejumlah daerah, seperti di Lombok dan Bogor, pada tanggal 19 Agustus Pada tanggal yang sama, asrama mahasiswa Papua di Makassar juga diserang hingga mengakibatkan bentrok. 

Tindakan aparat Kepolisian di atas tidak saja gagal dalam memberikan jaminan perlindungan, namun sebaliknya membenarkan tindakan diskriminasi, intimidatif dan rasisme terhadap mahasiswa Papua Hal ini juga mencerminkan pendekatan negara yang selama ini represif dan militeristik dalam menyikapi berbagai kasus. 

Maka Masa aksi atau demonstrasi mulai berkumpul radio tepat pads pukul 08:00 – selesai bertempat di depan Bank Bii.kota sorong Dan Aksi akan dimulai tepat jam pada Jam 09:00 – selesai Wit. 

Aksi ini dipimpin langsung oleh (yance yesnath) selaku ketua fim -Wp sorong raya dengan orasi Dari Ketua FIM-WP Soraya. Aksi berlangsung sampai pukul 10:12 -selesai. 

Kemudian Korlap (Demianus Asem) Membubarkan Masa aksinya Menurut korlap aksi harus di bubarkan karena menjaga menghindar Dari gesekan atau kesalahpahaman dari aparat kepolisian Sebab di titik yang sama Mulai berkumpul masa aksi dengan agenda yang berbeda yaitu aksi Meminta Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya Di tolak. 

Lanjut Demianus Asem, Aksi yang di lakukan pihaknya Forum independent mahasiswa west papua komite kota sorngAdalah Menuntut Pertangung jawaban Negara Atas Peristiwa Expo Berdarah Pada 2019 tepat pada 23 September Kami akui rasisme adalah akar persoalan akar diskriminasi terhadap rakyat papua dari kolonial NKRI. 

Ada (5) pernyataan Sikap Dan tuntutan Kami pada aksi demo damai adalah : 
1. Rektor Uncen Segera Bertanggung jawab atas kematian 4 mahasiswa di expo jayapura papua. 

2. Pangdam Dan Kapolda Papua Segera Bertanggung jawab Atas penembakan 4 mahasiswa oleh TNI dan POLRi. 

3. Presiden Indonesia Jokowi dodo segera usut Tuntas kematian dari 4 mahasiswa papua. 

4. Presden Indonesia, DPRRI MA RI segera menghapus UU Pasal Makar Dan Buka Ruang Demokrasi bagi rakyat papua serta segera bebaskan seluruh tahanan pasca rasis di seluruh wilayah papua yang sampai hari ini masi di tahan.

5. Segera Tarik kembali pasukan Militer Organik maupun Non Organik di seluruh tanah papua dan stop lakukan pengiriman militer ke tanah papua. 

Demikian Pernyatan Sikap Kami,alam bangsa Dan leluhur di tanah ini teruslah bersama kami yang selalu menyuarakan kebenaran Dan kebebasan di tanah papua ini. 

Tuhan memberkati kita papua. 

Komite Pimpinan Kota Forum Independent mahasiswa west papua sorong Raya. 

Posting Komentar

0 Komentar