Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Megaproyek bendungan yang gagal di Pedalaman Kepala Burung Papua.

Papua: - Beberapa megaproyek bendungan yang diiming-imingi sebagai PLTA untuk wilayah Sorong Selatan-Mai Brat ternyata tidak terlaksana sesuai harapan masyarakat setempat.

Sebut saja proyek bendungan kali Kohoin di Teminabuan, Bendungan Kali Doros di kampung Wehali, megaproyek PLTA di kampung Sauf-Boldon, Kali Wilkma di Temel, Kali Isme di Ayamaru, Kali Wensi di Kampung Soroan dan mungkin masih ada lagi.

Semua yang telah dibangun ini katanya akan memasok aliran listrik ke semua wilayah Sorsel dan Mai Brat misalnya Doros tetapi hal itu tidak terlaksana sampai sekarang malah berdampak buruk terhadap keberlangsungan ekosistem sungai dan keasliannya telah terusik.

Ini salah satu contoh bendungan kali Sroun di kampung Temel yang saya foto tahun 2012 sebelum dan sesudah dibendung yang terlihat sangat kontras.

Sekarang akan ada megaproyek bendungan danau Ayamaru yang katanya bertujuan membuat danau menjadi biru lagi?.

Apa yang akan terjadi jika proyek demikian dilakukan pada danau yang masih alami?. Kita harus belajar dari pengalaman ini bilamana proyek infrastruktur yang dilakukan tanpa perencanaan dan kajian yang matang, faedah atau manfaatnya secara jangka panjang?.

Karena kita tahu bahwa danau Ayamaru mengalir sampai ke kali Kais melewati beberapa kampung di Ayfat Timur dan Aytinyo termasuk danau Uter.

Sudah pasti dampak buruknya akan terjadi secara masif. Ingat manusia, hewan, tumbuhan semuanya tak terkecuali membutuhkan air.

Bendungan Misissipi di Amerika yang memiliki multi fungsi untuk rakyat Amerika baik untuk PLTA, Irigasi pertanian dan air minum tanpa mengganggu ekosistem asli. Bendungan tersebut dirancang dan dikerjakan selama setengah abad sehingga hasilnya bisa dirasakan dari generasi ke generasi.

Sedangkan megaproyek yang disebutkan di atas hanya dirancang dan dibangun dalam waktu singkat paling lama 5 tahun. Apakah kualitas pembangunannya bisa dirasakan dari generasi ke generasi? kenyataannya tidak.

Sebagai anak negeri yang memiliki pikiran cerdas hendaknya jangan serta merta menyambut kegiatan pembangunan demikian dengan mentah-mentah tetapi harus disaring dulu.

Coordinator SAL International

Posting Komentar

0 Komentar