Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Dana Otsus Besar, Papua Tak Ada Pendidikan Gratis


SORONG, kabarsorsel.com — Banyak anak Papua tak merasakan pendidikan yang layak dan memadai di era Otonomi Khusus (Otsus). Kucuran dana Otsus tiap tahun cukup besar, tetapi selalu hilang tanpa jejak.


“Banyak anak Papua di Sorong ingin sekolah, tetapi tidak ada biaya. Ini terjadi di era Otsus,” ujar Tia Manggaprow, salah satu pelajar di Kota Sorong kepada suarapapua.com usai aksi memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day), Senin (8/3/2021) di depan lampu merah Elin, Kota Sorong.


Dalam aksi massa yang digelar Solidaritas Rakyat Papua Kota Sorong Peduli Perempuan Papua (SRPSP3), Tia mensinyalir triliunan anggaran Otsus yang dikucurkan pemerintah pusat untuk provinsi Papua Barat dan Papua tak turut mendongkrak kualitas pendidikan di Tanah Papua. Hal ini terbukti dengan banyaknya pengangguran di Kota Sorong dan Papua pada umumnya.


“Fakta di Tanah Papua, banyak sodara kita masih pengangguran. Banyak yang masuk kelompok cium lem aibon, dan lain sebagainya. Mereka hidup di jalan tanpa ada perhatian yang serius dari pemerintah. Kalau sudah begini, terus untuk apa pemerintah mau lanjutkan Otsus?” keluhnya.


Melihat realita pendidikan di Tanah Papua serta kehidupan generasi muda Papua saat ini, ia menyatakan pemerintah pusat dan daerah gagal menjalankan amanat Otsus sebagaimana tujuan awal dari kebijakan politis itu.


“Dari tahun 2001 sampai sekarang Otsus tidak bermanfaat bagi rakyat Papua, termasuk generasi muda yang gagal mengejar mimpinya melalui dunia pendidikan,” ujar Tia.


Penilaian sama dilontarkan Jenner Naa, mahasiswa asal Maybrat yang juga koordinator aksi Solidaritas Rakyat Papua Kota Sorong Peduli Perempuan Papua (SRPSP3).


“Selama Otsus ini pendidikan di Tanah Papua tidak ada yang gratis, padahal anggarannya sangat besar. Dana-dananya dikemanakan? Sekarang Otsus mau berakhir baru pemerintah sibuk dengan berbagai program untuk memprioritaskan orang asli Papua,” bebernya.


Jenner bahkan menuding pemerintah tak serius memperhatikan pendidikan di Tanah Papua. Karena itu, pemerintah menurutnya stop dengan berbagai program yang terkesan hendak memprioritas anak-anak Papua.


“Rakyat Papua sudah tegas menolak Otsus, jadi segala bentuk program pendidikan gratis itu juga kami tolak. Ini kan untuk kasih senang orang Papua saja,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah massa aksi.Redaksi

beta punya cerita

Post a comment

0 Comments