Header Ads Widget

Ticker

6/recent/ticker-posts

Sorong : Aksi Peringatan hari perempuan sedunia Teriakan Tolak Otsus dan DOB


SORONG, KABARSORSEL.com — Solidaritas Rakyat Papua Kota Sorong Peduli Perempuan Papua (SRPSP3) menggelar mimbar bebas memperingati hari Internasional Women’s Day (hari perempuan sedunia) di depan lampu merah elin Kota Sorong, Senin (8/3/ 2021) di Kota Sorong, Papua Barat.


Jenner Naa, Koorlap aksi dalam siaran pers kepada wartawan menjelaskan, di era kepemimpinan rezim Jokowi, penindasan terhadap kaum perempuan semakin masif dan tersuktur sebab rezim saat ini lebih pro terhadap pemodal sebagai dampak dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme di Indonesia.


Diskriminasi terhadap perempuan papua semakin kuat terutama perempuan papua di bidang ekonomi,” jelas Naa.


Dia juga menambahkan, selama ini perempuan di nilai sebagai kaum yang lemah dan tidak punya hak sama dengan kaum laki-laki.


Hari perempuan sedunia ini kami ingin membela dan mengangkat hak-hak kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan karena penindasan yang sering terjadi terhadap perempuan dikarenakan lemahnya wawasan perempuan,” katanya.


Hal senada disampaikan Maikel Wafom, salah satu massa aksi kepada suarapapua.com. Dia mengatakan  perempuan papua hingga saat ini masih banyak yang berjualan di pinggir jalan, masih menjadi tulang punggung keluarga dan KDRT terhadap perempuan juga masih tinggi.


“Perempuan dihadapkan pada kondisi yang dilematis, di saat yang sama pemerintah juga lalai dan gagal dalam memberdayakan perempuan papua di bidang ekonomi. Padahal mereka adalah kunci utama ekonomi keluarga,” katanya.


Tampak dalam aksi tersebut para aktivis saling bergantian berorasi serta masa juga membawa serta spanduk dan juga poster yang bertuliskan Perempuan bangkit, menggugat dan melawan. Serta masa juga teriak menolak Otonomi Khusus (Otsus) dan segala bentuk pemekaran di tanah papua.


Berikut 15 pernyataan sikap SRPSP3 yang dibacakan oleh Elis Fandan:


1.Hentikan diskriminasi terhadap perempuan papua

2.Hentikan kekerasaan militer terhadap perempuan papua

3.Hentikan ekploistasi perempuan oleh investasi.

4.Stop perdagangan perempuan

5.Perempuan papua tolak otsus dan segera buka ruang demokrasi bagi rakyat papua.

6.Menolak rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) di seluruh tanah papua.

7.Tutup Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Sorong

8.Tarik Militer dari Tanah papua

9.Hentikan operasi militer di Nduga dan Intan Jaya

10.Hentikan ilegal login dan kelapa sawit di tanah papua

11.Tutup semua perusahan asing (Pt.Freport,LNG dan lain-lain) di tanah papua

12.Tolak blok wabu di Intan Jaya.

13. Berikan kebebasan kepada wartawan internasional untuk meliput secara bebas di papua dan negara harus menjamin kebebasan pers berjalan dengan baik di Tanah Papua

14.Berikan hak penentuan nasib sendiri, dan;

15. Mengutuk kudeta militer Myanmar, hemtikan penangkapan terhadap masa ujuk rasa serta bebaskan tahanan politik tanpa syarat.


Aksi yang juga dikawal pihak aparat berjalan dengan damai dan aman. Usai menyampaikan aspirasi masa membubarkan diri dengan sendirinya.

Nonton juga:



beta punya cerita

Post a comment

0 Comments